Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Belajar dari Pengalaman: Mengapa Chat Dosen Terlalu Panjang Malah Sering Di-ghosting?

Halo teman-teman mahasiswa!  Kembali lagi nih di Ceritanya Ririz. Pernah enggak sih, kamu udah meluangkan waktu 15 menit demi menyusun chat se-rapih mungkin ke dosen pembimbing atau dosen matakuliah? Mulai dari salam yang super formal, permohonan maaf yang berlapis-lapis, mengenalkan diri dari nama, NIM, kelas, jurusan, fakultas, sampai ke nama universitas. Kamu baca ulang tiga kali, merasa ini udah "format lengkap paling sopan", lalu klik send . Hasilnya? Cuma di-read. Atau lebih parah, dibalas dua hari kemudian dengan satu kata: "Ya." atau  "Ke ruangan saya besok." Sakit sih, tapi nyata. Di sini kita sering salah kaprah. Banyak dari kita yang mengira bahwa semakin panjang dan lengkap sebuah chat, maka akan semakin dinilai sopan oleh dosen. Padahal, kenyataannya? Enggak semua dosen punya waktu (dan kesabaran) buat baca esai di WhatsApp. Kali ini, Ririz mau berbagi POV / sudut pandang kenapa chat pendek yang langsung ke inti justru lebih disukai dosen, te...